Bawaslu Nagekeo: Tokoh Agama Jadi Mitra Strategis Wujudkan Pemilu Damai dan Berintegritas
|
MBAY – Peran tokoh agama dalam menjaga kondusivitas dan menyebarkan pesan perdamaian dinilai menjadi kunci krusial bagi kesuksesan setiap tahapan pemilu. Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Nagekeo sekaligus Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S), Blasius Timba, usai mengikuti diskusi virtual Temu Obrol Santai Barisan Penyelesaian Sengketa (TOS BARISTA) Seri IV, Senin (08/06).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini mengangkat tema khusus mengenai penguatan peran tokoh agama dalam menciptakan pemilu yang damai dan berintegritas di seluruh wilayah NTT.
Blasius Timba mengungkapkan bahwa keterlibatan tokoh agama bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah kebutuhan strategis dalam pengawasan pemilu partisipatif. Menurutnya, mimbar-mimbar keagamaan memiliki daya dengar dan pengaruh yang sangat kuat di tengah masyarakat Nagekeo untuk meredam potensi konflik, menangkal berita bohong (hoax), serta menolak praktik politik uang. Selain itu, tokoh agama juga berperan penting sebagai penjaga etika dan moral dalam dinamika pelaksanaan pemilu, baik bagi peserta maupun penyelenggara.
"Tokoh agama adalah mitra strategis Bawaslu. Melalui pendekatan nilai-nilai spiritual dan ketokohan yang mereka miliki, pesan-pesan mengenai pemilu yang damai, jujur, dan adil akan lebih mudah diterima serta diinternalisasi oleh umat yang juga merupakan pemilih," ujar Blasius Timba.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya sinergi ini dalam meminimalisir potensi sengketa di tingkat bawah. Dengan adanya pemahaman keagamaan yang menyejukkan, perbedaan pilihan politik diharapkan tidak berujung pada gesekan sosial yang dapat mengganggu persaudaraan di Kabupaten Nagekeo. Terlebih, daerah tersebut erat dengan semboyan "To'o jogho waga sama" yang berarti bahu-membahu dan bekerja sama.
Melalui forum TOS BARISTA Seri IV ini, Bawaslu Kabupaten Nagekeo berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil diskusi dengan mempererat komunikasi dan kolaborasi bersama berbagai forum keagamaan di tingkat lokal. Langkah ini diambil guna mengawal jalannya pesta demokrasi yang aman, damai, dan bermartabat.
Penulis :Adi
Editor : Adi
Dok : Ekarni Amir