Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Nagekeo Sasar Pemilih Pemula Melalui Program Bawaslu Goes to School

Suasana kegiatan Bawaslu Goes to School di SMA N 1 Aesesa.

Suasana kegiatan Bawaslu Goes to School di SMA N 1 Aesesa.

MBAY, BAWASLU NAGEKEO – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Nagekeo menjalankan program inovatifnya, “Bawaslu Goes to School”, yang digelar di SMA Negeri 1 Aesesa pada Rabu (17/12/2025). Kegiatan ini menyasar siswa-siswi sebagai calon pemilih dan pemilih pemula untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai pengawasan partisipatif dalam Pemilu maupun Pilkada.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Aesesa, Ambrosius Biku, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Bawaslu Nagekeo. Menurut pria yang akrab disapa Abi ini, sosialisasi tersebut merupakan bentuk pendidikan politik yang sangat dibutuhkan oleh para siswa di sekolahnya.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Nagekeo. Kami menyambut baik kegiatan ini untuk siswa-siswi kami sebagai pendidikan politik. Dengan jumlah siswa kami yang mencapai lebih dari seribu orang, harapannya mereka dapat memahami seluk-beluk kepemiluan dengan benar,” ujar Ambrosius.

Ketua Bawaslu Kabupaten Nagekeo, Yohanes Emanuel Nane, menegaskan bahwa “Bawaslu Goes to School” adalah program unggulan untuk memperkuat fondasi demokrasi di tingkat pelajar. Ia berharap para siswa tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga mampu menjadi penyambung lidah bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

“Program ini menjadi program unggulan kita. Melalui kegiatan ini, siswa-siswi diharapkan mendapatkan informasi valid mengenai tugas pokok dan fungsi Bawaslu. Setelah pulang, mereka diharapkan dapat mengedukasi keluarga mengenai keberadaan Bawaslu sebagai lembaga yang bertugas mengawasi jalannya pemilu dan pemilihan,” ungkap Yohanes.

Dalam sesi pemaparan materi, Anggota Bawaslu Kabupaten Nagekeo, Blasius Timba, menekankan peran strategis Bawaslu dalam menjaga hak pilih warga negara. Ia menjelaskan bahwa Bawaslu merupakan lembaga yang memiliki kewenangan untuk mengakomodir dan menindak setiap pelanggaran yang terjadi dalam penyelenggaraan pemilu.

Blasius juga mendorong para siswa agar tidak ragu untuk bersuara jika menemukan adanya indikasi kecurangan di lapangan. Ia menjelaskan bahwa Bawaslu telah menyediakan berbagai kanal pengaduan yang mudah diakses oleh generasi muda.

“Bawaslu adalah lembaga strategis dalam penyelenggaraan pemilu. Tanpa adanya pengawasan, masyarakat akan kesulitan saat hak-hak politiknya dilanggar. Kami meminta adik-adik nantinya jangan takut untuk melapor kepada Bawaslu jika ada dugaan pelanggaran. Kami sudah menyediakan layanan pengaduan baik secara luring (datang langsung ke kantor) maupun daring melalui call center,” tegas Blasius di hadapan para siswa.

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diharapkan dapat melahirkan generasi pengawas partisipatif dari kalangan milenial dan Gen-Z di Kabupaten Nagekeo, sehingga tercipta Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

Penulis     : Silvano LRL
Foto         : Eman/Ichal
Editor       : SuhardI K